Kembali Ke sekolah Kembali Dengar Masalah

Posted On January 15, 2008

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Sekolah tempat mengajar cari teman dan cari ilmu dan yang tentunya bukan cari masalah. Emang sih niat dari dari rumah cari uang namun yang didapat pekerjaan. Emang sih dari rumah cari tenang dalam menyusun program pengajaran tapi yang di dapat permasalahan yang membuat aku gemetar. Gimana nggak gemetar, ternyata ada seorang teman yang gebrak meja karena nggak puas hasil pleno tentang keputusan yang akan diambil sekolah dalam kasus pelanggaran berat yang mengharuskan siswa tersebut keluar sekolah. Jelas dong teman aku itu marah wong murid yang melanggar justru anaknya sendiri dan teman aku sendirilah yang seharusnya mengesekusi sebab dia diamanahkan sebagai wakasek kesiswaan.

Pulang dari rumah aku termenung ternyata anakaku juga punya masalah yang senearnya nggak berat banget anaku tidak memiliki nilai karena bebarapa kai tidak mengikuti ulangan. Dalam rapat itu anakku juga dibahas dan keputusannya anakku harus rela angkat kaki dari sekolah tempat akau mengajar. “Nggak apa apa yah”  kata anakku tatkala aku ceritakan hasil rapat evaluasi  sepulang dari rapat .

Sekarang aku bingung ” Akan aku sekolahkan di mana , anak pertama ku ini?”

” Nak, kamu sekolah di pesantren saja ya ?” Kataku berharap.

Anak yang satu ini menggelengkan kepala . Memang pernah dia menanyakan padakau tentang adanya penyakit santri. Penyakit santri menurut temannya yang pernah mondok diceritakan kepada anakku. Aku tadinyanya herana apa yang dimaksud penyakit santri. Aku pikir penyakit kelainan prilaku , misalnya homo atau lesbi. Ternyata yang ditakuti anakku adalah penyakit gatal gatal yang kerap dijangkiti para santri dipesantren pesantren tradisional. Aku jelaskan bahwa penyakit itu karena kondisi pesantren yang kurang memenuhi kreteria kesehatan lingkungan dan sikap santri yang tidak perduli dengan kebersihan , misalnya handuk yang dipakai beramai ramai serta handuk yang jarang dicuci. Aku menjelaskan bahwa ada pesantren yang bersih dengan fasilitas yang sangat memadai.

Hingga kini anakku tak bergeming dengan tawaranku bahkan dia berdalih bahwa pesantren yang aku maksud mahal. Aku akui memang mahal untuk ukuran penghasilan aku yang pas pasan namun aku yakin kalau sudah masuk rezki akan Allah berikan pada hambanya yang kan menuntut ilmu.

Hingga saat aku menulis blok ini , aku belum mencari sekolah untuik anaku dan masa depan anakku kelak. Aku tidak muluk muluk , targetku anakku bisa kuliah dan jadi anak solih.

Sekolah memang bikin masalah.Masalah biaya, masalah lingkungan , masalah kualitas satuan pendidikan , masalah guru, TU, Kepala Sekolah dll. Pendek kata kalau tidak dipikirkan baik-baik kemana anak kita harus sekolah , tunggu saja saatnya anak kita akan menjadi apa.

(Tulisan seorang Bapak yang merindukan pendidikan murah berkualitas)

SMA N 2 Depok SBI

Posted On November 30, 2007

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Sekolah Rintisan Bertaraf Internasional kini sedang memperbaiki ruangan kelas dan TRC . Kelas yang selama ini dikeluhkan siswa karena bojor kini diperbaiki oleh Pemkot yang tentunya dengan uang panjak masyarakat .

Insya Allah awal tahun 2008 bisa dipakai. Wah kalau fasilitas sudah baik , tinggal meningkatkan  kopetensi  para guru dalam mendidik  dan kesranya juga diperbaiki.

SBI insya Allah akan terwujud asalkan adanya niat untuk mengubah nasib bangsa yang terpuruk menuju bangsa besar . Pendidikan akan mengubah bangsa ini menjadi bangsa yang bermartabat.

SBI SMA Negeri 2 Depok  siap menjadi besar dan membesarkan bangsa ini .

SBI SMA N 2 Depok akan menghasilkan generasi terdidik dan mampu bersaing dalam pergaulan Internasional.

” Wah, ngimpi kali ” demikian kata orang yang pesimis.

“Insya Allah  Mimpi ini akan menjadi kenyataan ” Kata para guru yang arif bijaksana.

Good Luck

Menyikapi Ramadhan Dengan Akhlaq

Posted On November 30, 2007

Filed under Blogroll

Comments Dropped leave a response

Ramadhan bukan identik dengan larangan makan. Ramadhan justru diperintahkan untuk makan dan minum . Ramadhan tidak identik dengan bermalas malas , justru dengan Ramadhan kita harus giat bekerja agar mendapatkan Ridho dan surga-Nya.  Lihat Bagai mana ayat Qur’an memerintahkan  kita makan dan minum pada saat menjelang waktu fajar. Ingat setiap perintah asalnya adalah wajib,jadi yang diperintah adalah makan bukan tidak makan. Namun  yang dibatasi hanya sampai waktu fajar dan boleh makan lagi ketika matahari terbenam.

Ramadhan bulan kerja , lihat bagaimana perang badar yang terjadi pada bulan Ramdhan.

Nah, bagi kamu yang masih malas untuk bekerja karena datang bulan Ramadhan maka segera perbaiki cara menyikapi Ramadhan. Selamat menunaikan Ibadah Ramadhan.

Mencari Guru Sejati

Posted On November 30, 2007

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

” Sungguh di dalam jasad manusia ada ‘mudgoh’ . Apabila mudgoh itu baik maka akan baiklah seluruhnya dan apabila buruk maka akan buruklah semuanya. Ketahuilah bahwa itulah ‘Hati’ “.

Guru merupakan ujung tombak pendidikan. Pendidikan merupakan sarana perubahan suatu bangsa, oleh karenannya UU sistem pendidikan nasional di tetap dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sebaik apapun isi UU Sistem Pendidikan kita maka yang paling berperan merubahnyanya adalah Guru. Guru yang memahami arah dari pendidikan nasional dan masih memiliki idealisme yang bertentangan dengan arah pendidikan nasional maka guru tersebut akan melakukan pengajaran di lapangan dengan cara yang sangat menyimpang dari arah pendidikan nasional.

Oleh karena itu maka mendidik guru sehingga guru memiliki kompetensi yang sesuai dengan apa yang diarahkan oleh undand uandang merupakan suatu keharusan.

Hari guru 25 Nopember merupakan momen penting untuk mengingatkan guru agar dapat meningkatkan kopetensinya.

Pendidikan yang sejati adalah pendidikan membentuk hati manusia menjadi hati yang baik , sebab hati yang sehat akan menampakkan jasad yang sempurna.

Guru yang memiliki hati semacam ini sangat jarang, sebab masih banyak guru yang terpaksa menjadi guru, dia terpaksa mejadi guru dengan berbagai alasan diantaranya : 1. Jadi guru karena salah ambil jurusan 2. Jadi guru karena hanya kerja ini yang dia dapatka.

Syukur kini pemerintah berusaha meningkatkan mutu guru dengan sertifiksai guru, sehingga guru setara dengan dokter. Kalau dokter mengobati sakit jasad maka guru berperan mengobati sakit ” Hati” .

Bagai mana mungkin orng sakit mengobati si sakit?

Nah karena itu Guru yang hatinya sehat sangat di cari .

Kini sudah saatnya menulis

Posted On August 23, 2007

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Menulis cocok untuk  yang tak lantang bersuara, mudah grogi dalam menghadap audients. Menulis akan membawa kesenangan tersendiri , puas mengungkap hati,namun harus hati hati sebab bisa jadi pembaca akan sakit hati.

Asyik , kalau kita menulis sambil memikirkan,  seandainya ide-ide kita terrealisasi .. teraplikasi .