Arahan dari pembina apel dari kepala/komandan Satuan Pamong Praja yang baru dilantik kemarin siang memberikan tersendiri bagi saya .
Pak Gandara yang sebelumnya merupakan Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil memang terkesan sebagai seorang yang murah senyum dengan kumis tebalnya yang menjadikan lebih “berwibawa” memberikan pesan kepada peserta apel , diantara yang saya ingat :
1. Sangat diharapkan seluruh pegawai memahami tugas satuan pamong praja
dengan demikian setiap pegawai mampu membatu pemerintah dalam menertibkan setiap pelanggaran dengan penyadaran tanpa kekerasan.
2. Dalam penanganannya kepada masyarakat satpol pp harus melakukan pembinaan dengan memeberikan pemahaman kepada masyarakat agar mentaati ketertiban umum. Jadi jika masyarakat melakukan pelanggaran satpol pp memberikan pengarahan terlebih dahulu , namun jika tetap melanggar ketertiban umum maka satpol pp melakukan tindakan seperti pembongkaran bangunan liar atau dalam menangani Pedagang Kaki Lima harus dilakukan dengan penyadaran untuk tertib dalam dalam berdagang sesuai dengan ketentuan yang berlaku tanpa kekerasan dengan kata lain penanganan yang lakukan satpol pp lebih humanis.
Memperhatikan arahan kepala Satpol pp yang baru ini jadi ingat Norman “artis dadakan “ dari Gorontalo yang mendapat “berkah” ganjaran dari Allah atas perhatiannya dengan cara menghibur temannya yang sedang sedih saat bertugas dengan aksi goyang Indianya . Satpol pp dan polisi semoga lebih humanis dalam menangani pelanggaran yang dilakukan oleh warga misalnya para pelanggar lalu lintas hendaknya diberikan peringatan terlebih dahulu sebelum ditindak. Semoga Polisi dan Satpol PP bisa lebih mengayomi dan menghibur masyarakat sambil memberikan pendidikan dan penyadaran kepada masyarakat sedemikian sehingga ketertiban masyarakat sangat dirasakan oleh kita semua tanpa kekerasan. Good Luck selamat bekerja