Ramadhan: Saatnya meraih Berkah dari Langit Dan Bumi

Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan kerap digulirkan oleh BKD (Badan Kepegawaian Derah) , Bapenas , Ormas , orpol dan sebagainnya  dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dalam sebuah organisasi  .  Rupanya pencipta Alam ini senantiasa memberikan pendidikan kepada manusia yang mengaku muslim karena seorang muslim telah terikat kontrak sebagai muslim yaitu wajib menjalankan rukun Islam . Salah satu rukun Islam yang terkait peningkatan mutu seorang muslim adalah kewajiban Shoum Ramadhan. Allah berfirman dalam Surat Al-Baqoroh ayat 183 :

يا أيها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Ayat ini menginformasikan bahwa tujuan shoum adalah untuk menjadikan derajat manusia beriman menuju derajat taqwa.  Kalau merujuk sura Alhujarat ayat 13  , kita akan menemukan makna yang sangat jelas pernyataan Robul ‘alamin bahwa kemuliaan manusia bukan karena kaya , pinter atau cantik atau ganteng , berkuasa , turunan tapi kemuliaan disiNya tergantung  tingkat ketaqwaannya.

Arahannya ini juga yang telah dicontohkan oleh pemimpin pasukan yang mampu memenangkan tentara yang sangat kuat dan banyak pada zamannya yaitu tentara Jalut yang dikalahkan oleh tentara Tholut yang jumlahnya jauh lebih sedikit dari tentara Jalut . Dalam kisah yang diceritakan oleh Allah SWT dalam surat Al-Baqoroh ayat 246 – 253  nampak orang orang yang mampu menahan diri (shoum) untuk tidak meminum air yang ditemuinnya saat dalam kondisi haus yang amat sangat dan orang yang hanya sekedar membasuh muka atau berkumur maka merekalah yang berani menghadapai tentara Jalut yang kuat dan banyak. Dengan ijin Allah maka tenatara Tholut yang sedikit mampu mengalahakan tentara yang banyak (Jalut). Dari kisah ini jelas kemulian dan kemenangan bukan karena gagahnya seorang , canggihnya persejantaan, atau hebatnya managament sekelompok pasukan namun yang menentukan kemuliaan adalah ketaqwaan seseorang atau kelompuk orang atau suatu bangsa.

Memperhatikan bimbingan dan arahan Al-Qur’an maka Shoum Ramadhan 1432 H tahun ini dapat dijadikan sarana untuk mencetak pemimpin-pemimpin yang berkualitas yang mampu memahami kebutuhan yang dipimpin diberbagai level kepemimpinan.

Ciri pemimpin hasil dari diklat Ramadhan:

1. Beriman Pada yang Ghoib

Pemimpin yang beriman pada yang ghoib (Surga, neraka, taqdir , malaikat , pahala , dosa  , sejarah yang diberitakan Al-Qur’an dan dinformasikan Nabi)  akan senantiasa berhati- hati dalam menentukan kebijakan . Pemimpin yang beriman secara nyata akan terhindar dalai praktek  KKN.

Pemimpin yang beriman senantiasa berlaku adil  dan bijaksana

Pemimpin yang beriman selalu perhatian dengan yang dipimpin , senantiasa merendahkan hati  sehingga bawahannya mencintai dengan sepenuh hati.

2. Pemeimpin yang menegakkan Sholat 

Pemimpin yang menegakan sholat pastilah mampun mencegah perbuatan keji dan mungkar dan pastilah mampu menghasilkan kebijakan yang efektif dan efisien karena orang senantiasa sholat terbiasa disiplin waktu dan jauh dari perbuatan yang sia-sia.

Pemimpin yang senantias menegakan sholat pastilah demokratis karena dalam sholat tak membedakan suku , tingkat sosial ekonomi seseorang , siapa yang datang duluan maka dia berada diperbolehkan menempati shof terdepan . Dalam sholat juga terjadi interaksi dalam kemimpinan yang benar karena apabila imam sholat salah , mamum bisa menegur dengan ucapan “subhanallah ‘  dan bagi wanita bertepuk tang sebagai isyarat. Kalau pemimpin batal maka pemimpin harus digantikan dengan makmum yang berada di belakang imam.

3. Pemimpin Yang Tak Lupa Menunaikan Kewajiban berzakat

Pemimpin yang bertaqwa tak lupa membayar pajak dan zakat . Jika pemimpin melaksanakan ini dan semua yang dipimpin mengikutinya maka salah satu penyelesaian perekonomian bangsa dengan semangat mengentaskan kemiskinan paska shoum Ramadhan dapat terujud .

4.Pemimpin yang Yakin Akan Hari Qiaamat

Pemimpin yang yakin akan hari kiamat mampu menahan diri dari memperkaya diri .  Kita menyaksikan bagaimana Umar bin Abdul Aziz yang hidupnya sangat sederhana walau beliau seorang khalifah . Rasulullah SAW , tidur beralasakan pelepah pohon korma walau beliau seorang kepala negara.

Ini sebagian dari hasil diklatpim yang diharapkan , yuk sambut Ramadhan dengan iman dan penuh  perhitungan  agar kelak bangsa Indonesia mebadapatkan berkah dari langit dan bumi sebagai mana firman Allah SWT yang artinya :

“Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Al-A’raaf: 7: 96)