” Aku sudah punya calon suami ” Lirih Andini kepada ayahnya ketika Andini pulang Ke Negaranya .
Andini sudah bertekad untuk tidak kembali meninggalkan desanya yang sejuk dan penduduknya yang ramah. Selama ini Andini menadi PRT di Negara yang banyak menggunakan bahasa Mandarin bekas jajahan Ingris itu, memang sih gajihnya utuh sebab di rumah majikannya dia diperlakukan bagai keluarga sendiri . Maka minum , tempat tinggal di jamin, oleh karennya Andini merasa sudah cukup untuk kembali ke kampung halamannya sebab tabungannya cukup untuk membangun usaha atau di depositokan bisa untuk makan sehari hari dan membiayai keluarganya.
” Siapa calon suami kamu ? ” tanya Suharto , bapak tua seorang petani yang jujur dan penuh perhatian anak anaknya.
” Eh, Anu Pak? ” Jawab Andini dengan suara agag gemetar atas pertayanyaan Bapaknya yang selama ini selalu manut dengan Andini anaknya yang telah “menghidupkan” Bapak Ibunya seama ini. Andini merasa kaget atas pertanyaan itu sebab sejujurnya Nadini hanya punya calon suami di dunia maya . kini entah knp sang calon tak menghubunginya padahal andini sudah memberitahukan kepulangannya pada tanggal 12 Februari 2008. Hari ini sudah tanggal 12 Maret 2008 berarti sudah 1 bulan tidak ada kabar calon suaminya yang mengangaku telah memiliki anak dan istri. Padahal Andini sudah siapa untuk menjadi istri kedua .
” Aku lali jeneng nya pak” Andini melajutkan jawabannya.
” Piye kowe iki, kok karo calon bojo lali?” Bapak Andini agak marah bercampur bingung .
” Pak, Andini sudah janji dengan teman chating untuk ketemu di Bandara namun hingga sure hari tidak ada kabar dari calon Andini, mboh bok menawi calon Andini apusi aku ” Demikian penjelasan Andini dengan bahasa jawa yang sudah tidak karuan karena sdh hampir 7 tahun Andini meninggalkan pulau jawa.
” Ya , sudah lah , nanti Bapak carikan calon buat kamu” Bapaknya menenangkan anak bungsunya yang sudah sangat cukup untuk meningkah dan kalau di kampung halamannya se usia Andini di anggap perawan tua.
Satu pekan kemudian
” Assalamu’alaikum”
” Wa’alaiku salam “
” Anda siapa ya ?” Andini memnadang seorang pria setengah baya berkpiyah hitam dengan pakaian batik danar hadi corak coklat kombinasi hitam menyala dengan celana panjang hitam dengan sepatu kulit warna hitam .
” Benar di sini rumah Imah ” tanya pria tersebut
” Imah ? ” Andini mengulang nama tersebut dengan dengan tanda tanya heran sambil mengingat nama tersebut.
” Rasanya tidak ada nama imah di kampung ini” tegas Andini kepada pria tersebut.
” Atau apakah ada gadis kampung ini yang baru pulang dari luar negeri ? ” Pria tersebut kembali menanyakan kepada andini bagai dektektif swasta.
” Ya ada “
” Bisa saya ditunjukan gadis tersebut? “
” Ya, saya sendiri orangnya “
” Apakah Anda suka chating ? “
” Ya benar “
” Apa nama ID anda? “
” oh ya Ampun” Andini baru tersadar bahwa selam ini dia lupa menyebutkan nama aslinya denga teman teman chatingnya.
” Kamuuu…mas Santo , ya !?? “
” Bukan Aku Ihsan “
” Lalu kenapa kamu kenal saya ?”
” Ya itu nama asliku , ID ku Santo”
” Ya Allah engkau kabulkan do’a do’a ku” Lirih Andini serasa bersyukur kepada Allah SWT.
Andini hampir memeluk Santo alias Ihsan , tapi dia sadar bahwa Ihsan memang akrab dalam chating tapi dia bukan muhrimnya maka Andini hanya tersyum senang dengan calon suaminya .
” Silahkan masuk masuk , mas mau minum apa?”
Setelah berbasa basi Andini mempertemukan Ihsan dengan Bapaknya dan Ihsanpun menyatakan keinginannya menikah dengan Andini. Ihsan menjelaskan kepada keluarga Andini bahwa dia sudah memiliki anak dan istri .
Keluarga Andini menerima apa adanya.
Seminggu kemudian perayaan pernikahan Andini dengan Ihsan diraya dengan meriah , Andini memotong Sapinya dua ekor . Wah kaya pesta raja. Dan yang menakjubkan istri Ihsan yang berkerudung putih dengan anaknya ikut mendampingi ihsan karena ihsan sudah tak memiliki orang tua maka istrinyalah sebagai wakil kelaurga.
Sebenarnya Ihsan sudah ingin menjemput di Bandara namun Ihsan urung menemui , ihsan hanya melihat Andini dari jarak jauh hingga ihsan akhirnya mengetahui tempat tinggal Andini. Ihsan tidak ingin pacaran , jalan berdua dengan wanita yang bukan istri dan atu muhrimnya.
Indah perkawinan yang indah. Selamat menepuh Hidup Baru untuk membangun keluarga Sakinah dan melahirkan anak anak yang sholi dan sholiha.
Depok, 30 Nopember 2007
Kisah Fiktif (lagi belajar ngarang cerita pendek kali saja bisa menjadi cerpenis yang produkrif sambil ngsis hari hari masa pensiun kelak)
Wimbo Asmoro
1 response so far ↓
Ario // November 30, 2007 at 6:26 am |
Idih kok bisanya cinta sama orang yang belum dikenal.
Kalalau ini cerita benar wah , memang indah sih, tapiii apa iya bisa terjadi apalagi istrinya mas Ihsan dateng waktu pernikahan .
Boong deh boong !!!!!
You must be logged in to post a comment.