Upaya mengangakat Martabat Guru

Sejak disahkannya Undang undang guru tahun 2005  uapaya untuk meningkatkan martabat guru telah diupayakan oleh pemerintah . Diantaranya adalah dengan mengadakan  sertifikasi bagi guru yang dilakukan oleh pemerintah yang bekerjasama dengan perguruan tinggi.  Jalur yang ditempuh untuk untuk mendapatkan sertifikat dengan portofolio dan pendidikan profesionalisme guru selama enam bulan.

Yang menarik adalah , guru yang tidak lulus sertifikasi dengan  jalur fortopolio diberikan kesempatan untuk dapat sertifikat dengan syarat ringan yaitu mengikuti latihan profesional guru selama 8 hari.

Kegiatan ini memang mengasikkan sebab ajang latihan ini justru sebagai ajang reoni guru dengan teman teman kuliahnya , bahkan reoni guru dengan muridnya yang ternyata juga sudah jadi guru. Reoni ternyata terjadi antara dosen dengan mahasiswanya. Wah seru deh.

Acara yang paling seru tatkala peer teaching (maaf kalau salah tulis). Disini guru tua dan muda sama saja berpura pura jadi murid.

Lawakan para guru saat silmulasi mengajar membuat suasana kelas ramai dengan gelak tawa para guru yang mungkin nggak sempat menonton lawak dirumah karena kesibukannya.

Acara diakhiri dengan test pilihan ganda sebanyak 50 soal. Soalnya gampang , eh jawabannyapun gampang asal mau buka buka modul yang dibagikan panitia. Sayang pada saat ujian saya nggak siap. Saya lulus nggak ya? (Alhamdulillah , saya lulus dan dapat sertifikat tapi tidak dicairkan karena sudah mengundurkan diri dari guru)

Sertifikasi guru sebagai pengakuan profesional guru berdampak pada penghasilan guru yaitu penambahan tunjangan sebesar minimal satu kali gaji pokoknya.

Ini yang ditunggu

Terus terang , selama saya menjadi guru , saya merasakan berat untuk tetap fokus mengajar dengan persiapan administrasi dan penambahan ilmu serta kompetensi yang seharusnya dimiliki guru. Rasa berat karena kadang saat mengajar teringat ” apa besok raport anak saya dapat diambil? Belum lunas SPP, DSP pastilah  sekolah hanya menunjukan nilai namun raportnya nggak boleh diambil and anak pasti bertanya mana raportnya Yah?”

Mudah mudahan kelak kalau lulus sertifikasi yang katanya angkatanm VI rayon 09 sknya jatuh pada bulan Januari 2009 . Kalau direalisaikan pada bulan Juli maka akan mendapat rapel yang jumlahnya cukup untuk biaya pelunasan uang sekolah anak , Alhamdulillah. (Temen temen sudah mendapat rapelan .. ada yang digunakan untuk kuliah lagi, ada yang digunakan untuk uang muka beli mobil . ada yang digunakan untuk cicilan rumah dsb …. selamat ya ). Ditulis ulang tanggal 21 Maret 2011

Saat cofee break , sebagian sedang tunggu makanan ringan dan kopi
Saat cofee break , sebagian sedang tunggu makanan ringan dan kopi

2 Responses to Upaya mengangakat Martabat Guru

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s